Epub I. Ngurah Suryawan ☆ Ladang Hitam di Pulau Dewa ePUB º Ladang Hitam PDF ☆

Pembantaian massal pasca G30S 1965 merupakan sejarah buruk yang terjadi di negeri ini Ratusan ribu jiwa manusia yang di PKI kan melayang tanpa memperoleh keadilan Tragedi ini sungguh merupakan kisah kelam bukan hanya bagi para korban tetapi juga bangsa IndonesiaBuku ini merekam beragam kisah pedih yang terjadi di Bali salah satu wilayah dimana pembantaian massal tersebut terjadi Penulis tidak sekadar membongkar konstruksi historis mengenai budaya masyarakat Balu yang dikenal harmoni Lebih dari itu ia juga merekam pengalaman dan kesaksian dari para saksi sejarah dan survivor yang selama ini bungkam karena tidak diberi ruang oleh kekuasaan rezim Orde Baru Dengan perspektif studi antropologi kekerasan buku ini membongkar mitos tentang kekerasan yang terjadi di Bali pada 1965 tersebut sebagai proses alamiah argumentasi keseimbangan alam dan mitologi letusan gunung Agung yang meminta korban Mitos mitos tersebut tak lebih dari sebuah rekayasa yang sengaja diciptakan oleh para penguasa saat itu


10 thoughts on “Ladang Hitam di Pulau Dewa

  1. says:

    Books 171 2014 Biadap dan kejam betapa nyawa manusia hanya dianggap seonggok daging itu kata kata yang terlintas di pikiran saya ketika selesai membaca buku ini Frustasi kesal marah dan sedih dengan salah satu peristiwa Holocaust yang terjadi Bali pada tahun 1956 1966 Salah satu peristiwa Holocaust tersebut memakan 80000 hingga 100000 korban jiwa yang dianggap simpatisankader dari PKI Betapa kita dijejalkan dengan pemahaman dimana PKI adalah harus diberantas sampai tuntas ke akar2nya sejak penontonan rutin setiap tahunnya film pengkhianatan G 30 SPKI yang herannya saya jadi malah penasaran kenapa buku buku sejarah mengenai peristiwa itu seakan akan dijaga ketat dan baru akhir2 ini saja ada buku2 penuturan tentang korban dari kisah G 30 SPKI yang menjadi sudut pandang sebagai korban Penulis mencoba menelusuri jejak peristiwa kelam yang pernah terjadi di pulau dewata itu ada beberapa hal yang membuat saya bergidik ngeri ketika membaca buku ini ketika disini dijelaskan adanya pertentangan ideologi politik antara PNI dan PKI yang sangat marak saat itu soekarno yang mulai condong ke arah kebijakan sosialis dan PKI dianggap berbahaya mulai ditumpas dengan kejamnya di sini Cerita dimulai dari pada awal tahun 1950an Golongan elite di Bali di Bali menyalurkan kekuatan politiknya untuk mendukung PNI dan PSI pada tahun 1958 ketika Bali menjadi Provinsi jabatan Gubernur diduduki oleh I Nyoman Mantik dimana yang seorang anggota PNI PSI atau Partai Sosialis Indonesia dibubarkan pada tahun 1959 harus dibubarkan karena konsekuensi adanya pemberontakan2 di Sumatra dan Sulawesi akhir tahun 1950an situasi ekonomi di Bali memburuk Harga beras dan kebutuhan lainnya mencekik penduduk dan tahun 1963 Gunung Agung meletus gunung meletus ini dianggap membawa petaka buruk akan terjadi di Bumi Bali anggota dan simpatisan PKI dikambing hitamkan sebagai sumber masalah terjadinya kelaparan dan bencana karena itulah pembantaian massal sah saja dilakukan untuk membasmi kesialan tersebut banyak yang membuat bulu kuduk saya merinding ketika membaca semakin dalam buku ini seperti yang diceritakan oleh Pak I Ngurah Suryawan hari hari pembantaian massal PKI berpusat di Jembrana salah satunya ada yang di sebut di Desa Tegalbadeng berikut penuturan survivor Bapak Ketut Reden pada 12 Januari 2005 Saya melihat sendiri pembunuhan2 berlangsung terus di Jembrana sampai di stop oleh tentara Mayat2 yang bergelimpangan di jalan di buang ke sungai oleh tentara Waktu pembunuhan dilakukan sipil saya dengar satu orang mendapat jatah 10 orang untuk dibunuh Saya lihat ada satu orang yang membunuh dengan memejamkan mata karena harus menebas dengan pedang saudaranya sendiri halaman 123 selain itu ada lokasi Pantai Candikusuma yang menjadi tempat pembunuhan orang orang PKI dan pembuangan Mayat dari pembantaian di Toko Wong dan mertasari menurut kesaksian Pak Dewa Putu dulu para tentara menghujamkan senjatanya untuk menewaskan beratus manusia Bali yang dianggap anggota dan simpatisan PKI yang jatuh bertumbangan di bibir pantai dahulu jika air laut surut banyak muncul tengkorak tengkorak manusia yang berasal dari kejadian G 30SPKI duluSelain itu menurut penuturan Bapak Mangku Nata di balai Desa Baluk itu pernah 300 orang tewas dibantai oleh milisi sipil dan tentara Tiang dulu ingat dan menyaksikan sendiri saat menyeret nyeret mayat2 yang harus dikubur di lubang2 sumur penduduk Kepala orang disandarkan dan dpegang kemudian dipenggal dengan Klewang halaman 139 Fyi Saat ini Baluk Rening menjadi salah satu objek wisata di Bali asli ini mistisKenapa hanya di Tegalbadeng di Jembrana yang terjadi Pembunuhan massal? karena saat itu Basis PKI dengan massanya yang besar ada di desa dan kabupaten ini sehingga penumpasan besar besaran banyak dilakukan di sini TTSalah satu lokasi lainnya yang dijadikan tempat pembantaian PKI di Tegalbadeng adalah TOKO WONG Menurut penuturan Bapak Ketut Reden dulu rumahnya berdekatan dengan Toko wong Ia tahu persis bagaimana toko itu dari mulai pagi hingga dini hari sangat gaduh dengan suara jeritan manusia deru truk dan tembakan tang berulang ulang Ketut Reden memanjati pojon untuk melihat dari atas bagaimana pembantaian dilakukan di toko tersebut Ada satu ruangan di toko itu darahnya sampai menyentuh tumit didalam toko tersebut ada banyak ruangan yang dulunga dipakai untuk menyekap kurang lebih 200an anggota dan simpatisan PKI yang akan dibunuh Satu ruangan berjumlah 50an orang inilah yang ditembak didrel oleh tentara hingga darahnya mengucur dan dan mengenai seluruh ruangan tinggi darah dari penembakan itulah mencapai seukuran tumit halaman 158 Masih ada lagi Desa Merta Sari yang menjadi saksi pembunuhan berdarah ini dimana disamping dikubur di sumur2 penduduk beberapa mayat korban pembantaian dibuang ek Sungai Ijogading yang membelah kota Negara dan Desa Loloan Di dusun Krajan Desa Melaya Kabupaten Jembrana disebut sebagai tempat Lubang Buayanya Bali tidak ada diorama atau monumen di tempat ini hanya ada cerita bahwa tertanam 50 mayat manusia merah Bali Didepan ladang ini ada juga rumah yang konon katanya angker Dulu ada orang menjerit jerit di ladang ini Ada juga yang melihat sepeda berjalan sendiri Tempat ini memang angker ceritanya dulu sumur ini tempat ditanamnya anggota PKI saat Gestok Makanya sekarang ada tempat pemujaan di sini Kadek Artana 2 April 2005 Halaman 209 saya sangat speechless membaca buku ini sampai akhir penulis berhasil membawa saya seperti saya berada di jaman ketika anggota PKI dan simpatisannya diberantas habis dimana sejarah tersebut membuat hati saya teriris saya berikan buku ini 43 dari 5 bintang Apapun cara untuk melenyapkan kuburan massal dan sejarah pembantaian manusia sejarah kekerasan politik hanya meninggalkan tangis penyesalan dan ingatan yang tidak mungkin terlupakan Jejak2 ingatan tidak akan pernah dihapus dengan kemegahan2 baru hotel2 dan bungalow ataupun ritual2 dan perayaan Ingatan dan jejak tetaplah sebuah bekas yang tidak akan pernah hilang dalam kehidupan Jika kita membayangkan bagaimana peristiwa kekerasan itu terjadi di sebuah bangsa kita akan tertegun dan tertunduk lesu manusia yang dikatakan beradab telah menunjukkan kebiadabannya I Ngurah Suryawan Halaman 240


  2. says:

    Curhat sedikit yaa pSebenarnya saya hanya anak muda yang tidak paham betul tentang sejarah terjadinya pembantaian PKI Saya tidak bisa melihat siapa yang bisa dikatakan bersalah di antara PKI atau Pembantainya semuanya abu abu Karena ke abu abu'an ini lah saya menjadi tidak berminat membaca lebih jauh tentang kejadian yang berhubungan dengan pembantaian tahun 65 tersebut Tapi semua berbeda saat saya tahu Bali menyumbang cukup banyak korban dalam kejadian itu Sempat mencari cari fakta tentang kejadian ini berharap dapat menemukan artikel menarik di blog namun nihil Sampai akhirnya beberapa waktu lalu dengan bermodal iseng saya mencari keyword Bali pada goodreads dan menemukan buku ini diantara list buku yang adaSecara keseluruhan buku ini sangat menarik mengungkap kejadian pada saat itu 65 yang dimulai dengan wawancara terhadap orang orang yang menjadi saksi kejadian itu Ngeri yang saya rasakan saat membaca kesaksian mereka membayangkan cara membunuh saudaranya sendiri memenggal kepala sesamanya hingga membuang dan menguburkan mayat mayat tersebut dengan sembarangDibuku ini lebih banyak membahas tentang pembantaian yang terjadi di jembrana karena menurut buku ini basis PKI terbesar di Bali adalah di jembrana Agak ngambang sih saat membaca detail kejadiannya dimana karena saya sendiri kebetulan kurang tahu tentang wilayah jembrana Tapi sebaliknya saya sangat penasaran saat penulis me'mention sanur Iya sanur yang dikatakan digunakan sebagai tempat penguburan mayat mayat yang dibantai tersebut Miris saat mengetahui ada segelintir orang yang memanfaatkan segala cara untuk memenuhi keinginannya sekalipun cara itu merugikan orang lain Miris saat manusia membantai sesamanya hanya karena memiliki cara pandang yang berbeda Miris saat semua mereka mengedepankan egonya dan tanpa sadar wanita juga yang menjadi korban Suami yang dibunuh meninggalkan istri yang harus berjuang membesarkan anak sendirian itu sudah sangat beruntung jika mereka tidak dilecehkan


  3. says:

    偶然手に入れた。正直、苦手な分野だ。暴力は出切れば仮想の世界だけで済ましたいから。それは無理なのは一番わかるけどな。戦いは世界から消える事ないから。人間がいる限り。